PRO DAN KONTRA

Pro dan kontra dengan kehadiran buku saya berjudul 40 Hari Di Tanah Suci memang sering saya dengar. Jujur saja saya tuliskan di halaman saya. Sebab ada baiknya semua mengetahui masalah ini.
Saya pernah berdialog langsung dengan seseorang. Katanya buku saya adalah pengalaman pribadi. Jadi tidak akan banyak peminatnya. Lalu saya perbincangkan hal ini dengan seorang penulis buku di Jakarta. Katanya buku itu ibarat makanan pecal. Sebagian orang suka pecalnya orang Jawa, sebagian orang suka pecalnya orang Sumatera, jadi semua orang berbeda selera. Jadi dalam hal keragaman buku, semua ada kekurangan dan kelebihannya, jadi berarti semua buku berguna bila buku itu benar-benar akan menyumbangkan pengetahuan dan pengalaman yang baik buat pembacanya. Bila seseorang tadi lebih suka pengalaman orang banyak, sudah pasti ada orang yang tidak sama seleranya dengan dia. Inilah jawaban dari penulis dari jakarta itu.
Ada lagi yang mengatakan Buku saya berjudul 40 Hari Di Tanah Suci berisi 90 % pengalaman dan 10% hukum haji. Lalu seseorang bertanya kenapa buku saya tidak memuat fifty fifty antara keduanya. Lalu seorang penulis mengatakan, tentu saja tidak ada buku yang sesuai dengan keinginan kita. Bahkan buku yang kita tulis sendiri selalu punya kekurangan menurut kita sendiri. Jadi tidak akan ada buku yang sempurna kecuali kitab yang diturunkan Tuhan Pencipta Alam.
Ada lagi yang mengatakan, anda terlalu jujur dengan semua pengalaman anda. Sebaiknya anda cukup menuliskan yang biasa-biasa saja. Lalu saya mengatakan: saya memang ingin berbagi pengalaman dengan seluas luasnya. Jadi saya rasa lebih baik jujur mengutarakan semua kekurangan dan kelebihan kita. Bila seseorang itu punya kelebihan yang lebih dari saya, dia patut mensyukuri. Bila ia punya kekurangan yang lebih parah, tentu ia masih dapat membenahi diri untuk mencukupkan dirinya.
Seseorang mengatakan pula: andainya saya tahu kamu menulis buku, saya akan mengajari kamu cara membuat buku yang sesuai dengan perhajian, tapi banyak juga yang bekerja seprofesi dengan dia yang amat memuji sekali. Jadi jelas ada pro dan kontra. Namun orang orang yang kontra biasanya hanya seseorang yang selalu ingin mencari kesalahan orang lain, tapi belum punya kesempatan, minat, kemauan, untuk menulis sebuah karya yang pasti akan berguna buat banyak orang.

Oleh penulis buku:

<a href=”http://www.mandailingnatal.page.tl/”>40 Hari Di Tanah Suci</a>.

Buku Panduan Haji

Karya tulis dalam hal HAJI:
1. 40 Hari Di Tanah Suci (Jilid 1)
Berisi 179 Halaman.
Buku ini saya tulis untuk menjadi tambahan pengetahuan buat para pembaca. Buku ini berkisah mulai berangkat dari Bandara di Indonesia hingga tiba di Jeddah, berangkat ziarah ke Madinah, melakukan sholat Arbain, ziarah ke makam-makam pahlawan Islam, bagaimana keadaan kami para jemaah haji di Madinah, bagaimana situasi kotanya, situasi sholat berjamaah di mesjid, hingga kami berangkat kembali meninggalkan Madinah dengan tujuan Makkatul Mukarramah untuk rencana pengerjaan Haji Tamattu.
Bila anda ingin memperoleh buku ini, kunjungi http://www.mandailingnatal.page.tl atau menghubungi penulis di alamat Anwar.ashari@gmail.com

Hp 085830644444 atau 083190569000


2. 40 Hari Di Tanah Suci (Jilid 2)
Berisi 189 Halaman.
Buku ini berisikan riwayat saya ketika akan melaksanakan Umrah di Makkatul Mukarramah. (Melakukan Umrah sebelum melaksanakan haji). Disini kutuliskan bagaimana pengalaman saya ketika melaksanakannya, apa do’a do’a sunnah yang dibaca. Semua kutulis hari demi hari sesuai pengalaman. Hingga dekat waktu untuk melaksanakan haji.
Bila anda ingin memperoleh buku ini, kunjungi http://www.mandailingnatal.page.tl atau menghubungi penulis di alamat Anwar.ashari@gmail.com

Hp 085830644444 atau 083190569000


3. 40 Hari Di Tanah Suci (Jilid 3)
Berisi 260 Halaman. Buku ini merupakan lanjutan dari Buku 40 Hari Di Tanah Suci jilid 1 dan 2. Berkisahkan mulai dari ketika kami akan melaksanakan haji setelah berada 8 hari di Madinah dan 14 hari di Mekkah. Tepatnya berawal dari ketika akan memulai ibadah haji hingga selesai. Ziarah ke makam Nabi Adam, makam Hawa, Istana Raja Fhad, pantai Laut Merah. Bahkan hingga akan berangkat kembali ke bumi pertiwi Indonesia. Semuanya kutuliskan berdasarkan apa yang saya alami dan apa yang kira-kira perlu diketahui oleh pembaca. Buku ini bisa juga digunakan sebagai buku Panduan Haji. Sangat cocok untuk menambah pengetahuan tentang perjalanan haji. Sengaja saya rancang agar kaum Muslim tahu bagaimana sebenarnya pelaksanaan haji ini di Tanah Suci Makkah.
Bila anda ingin memperoleh buku ini, kunjungi http://www.mandailingnatal.page.tl atau menghubungi penulis di alamat Anwar.ashari@gmail.com

Hp 085830644444 atau 083190569000
Atau juga mungkin tersedia di toko buku di kota anda. Bila tidak menemukannya di toko buku, maka akan lebih mudah mendapatkan buku ini dengan membelinya langsung pada penulis dengan alamat email: Anwar.ashari@gmail.com.
Terima kasih

kakbh2

Bila anda berminat, setorkan uangnya ke ke rekening saya dengan mengklik gambar di bawah: